PT Pandawa Amerta Packindo

PABRIK PLASTIK, LAUNDRY, BERAS, DLL TERBAIK SE-INDONESIA
JAM KANTOR : Senin-Jumat 09:00-17:00 | Sabtu : 09:00-14:00 | Minggu dan Tanggal Merah : Libur

Cara Memilih Kemasan Plastik yang Aman untuk Produk Konsumsi

Memilih kemasan plastik untuk produk konsumsi (makanan dan minuman) bukan hanya soal estetika, melainkan soal keamanan kesehatan dan menjaga masa simpan produk. Partikel kimia dari plastik dapat berpindah ke makanan (migrasi) jika jenis yang digunakan tidak sesuai.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk memilih kemasan plastik yang aman:

1. Perhatikan Kode Segitiga Recycle (Resin Code)

Cek bagian bawah kemasan untuk melihat angka di dalam segitiga. Untuk produk konsumsi, berikut panduannya:

  • Paling Aman: Angka 5 (PP – Polypropylene) Ini adalah plastik terbaik untuk makanan dan minuman. Tahan panas, stabil, dan tidak mudah bereaksi secara kimia dengan makanan berminyak atau panas.
  • Aman untuk Sekali Pakai: Angka 1 (PET) Umum untuk botol air mineral. Aman selama tidak diisi air panas dan tidak digunakan berulang kali (karena lapisan pelindungnya bisa terkikis).
  • Hindari: Angka 3 (PVC) dan Angka 6 (PS/Styrofoam) Keduanya mengandung zat kimia berbahaya (seperti phthalates atau styrene) yang berisiko memicu kanker jika terkena panas atau lemak jenuh tinggi.

2. Pastikan Adanya Label “Food Grade”

Jangan hanya mengandalkan kode angka. Pastikan kemasan memiliki simbol:

  • Simbol Gelas dan Garpu: Menandakan plastik tersebut memang diproduksi dengan standar keamanan untuk bersentuhan langsung dengan makanan.
  • BPA Free: Memastikan kemasan tidak mengandung Bisphenol A, zat kimia yang dapat mengganggu sistem hormon.

3. Sesuaikan dengan Karakteristik Produk

Setiap jenis makanan membutuhkan perlindungan yang berbeda:

  • Makanan Berlemak/Berminyak: Gunakan jenis PP atau plastik berlapis Aluminium Foil. Plastik LDPE (PE biasa) cenderung menyerap bau lemak dan bisa melunak jika terkena minyak panas.
  • Produk Cair (Susu/Jus): Gunakan plastik yang memiliki kerapatan tinggi seperti HDPE atau PET untuk mencegah kebocoran oksigen yang bisa membuat minuman cepat basi.
  • Produk Beku (Frozen Food): Pilih plastik jenis Nylon atau LDPE yang elastis dan tidak retak/getas pada suhu minus.

4. Cek Ketahanan terhadap Suhu (Heat Resistance)

Kesalahan fatal sering terjadi saat memanaskan makanan.

  • Jika produk perlu masuk Microwave, pastikan labelnya eksplisit bertuliskan “Microwave Safe”. Biasanya hanya plastik PP yang sanggup menahan suhu ini tanpa melelehkan zat kimia ke makanan.
  • Jangan pernah menggunakan plastik kantong kresek (terutama hitam) untuk membungkus makanan panas, karena itu biasanya hasil daur ulang limbah plastik yang tidak diketahui asal-usulnya.

5. Uji Bau dan Kejernihan

  • Bau: Plastik yang aman seharusnya tidak memiliki bau menyengat (bau kimia/prengus). Bau tajam menandakan adanya penggunaan zat aditif atau bahan daur ulang yang tidak layak untuk pangan.
  • Kejernihan: Plastik berkualitas tinggi untuk konsumsi cenderung jernih dan tidak memiliki bercak hitam kecil di dalamnya (tanda plastik daur ulang).

Tabel Ringkasan Pemilihan Cepat

Jenis Produk Plastik yang Disarankan Alasan
Katering/Makanan Panas
PP (Angka 5)
Tahan panas paling tinggi & stabil.
Botol Jus/Minuman
PET (Angka 1)
Jernih, ringan, & menahan gas oksigen.
Daging/Sayur Beku
Nylon atau LDPE
Tidak mudah sobek & tahan suhu beku.
Susu/Yoghurt
HDPE (Angka 2)
Tebal, kaku, & tahan terhadap lemak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *