PT Pandawa Amerta Packindo

PABRIK PLASTIK, LAUNDRY, BERAS, DLL TERBAIK SE-INDONESIA
JAM KANTOR : Senin-Jumat 09:00-17:00 | Sabtu : 09:00-14:00 | Minggu dan Tanggal Merah : Libur

Mengubah Masalah Menjadi Bahan Bakar: Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Briket

Limbah plastik merupakan salah satu tantangan lingkungan terbesar di era modern. Sifatnya yang sulit terurai secara alami membuat penumpukan sampah plastik merusak ekosistem tanah dan laut. Namun, di balik ancamannya, limbah plastik memiliki potensi besar sebagai sumber energi karena memiliki nilai kalor yang sangat tinggi—bahkan setara dengan batubara.

Salah satu cara efektif untuk memanfaatkannya adalah dengan mengubah limbah plastik menjadi briket, yaitu bahan bakar padat yang dapat digunakan sebagai sumber energi panas.

Mengapa Plastik?

Plastik berasal dari polimer minyak bumi. Hal inilah yang menyebabkan briket dengan campuran plastik memiliki keunggulan dibandingkan briket organik (seperti ranting atau daun kering) saja. Plastik berfungsi sebagai perekat alami (saat dipanaskan) sekaligus booster nilai kalor yang membuat api menyala lebih lama dan lebih panas.

Langkah-langkah Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Briket

1. Pemilahan dan Pembersihan

Tidak semua plastik cocok dijadikan briket. Jenis yang paling umum digunakan adalah plastik lunak seperti kantong kresek (LDPE) atau kemasan produk. Plastik harus dibersihkan dari sisa makanan atau tanah agar tidak menghasilkan bau yang terlalu menyengat atau residu berlebih saat dibakar.

2. Pencacahan (Crushing)

Plastik yang sudah bersih kemudian dicacah menjadi potongan-potongan kecil. Tujuannya adalah agar plastik mudah dicampur dengan bahan organik lain (seperti serbuk gergaji, sekam padi, atau tempurung kelapa) dan lebih cepat meleleh saat proses pemanasan.

3. Pencampuran (Mixing)

Briket jarang dibuat dari 100% plastik karena akan menghasilkan asap yang terlalu pekat dan hitam. Komposisi ideal biasanya terdiri dari:

  • Bahan Biomassa (60-80%): Serbuk gergaji, arang sekam, atau limbah kayu.
  • Limbah Plastik (20-40%): Bertindak sebagai pengikat dan penambah energi.

4. Proses Pemanasan dan Pencetakan (Extruding)

Ada dua metode utama dalam tahap ini:

  • Metode Pelelehan: Plastik dipanaskan hingga meleleh, lalu dicampur dengan biomassa dan ditekan ke dalam cetakan.
  • Metode Press Panas: Campuran dimasukkan ke dalam mesin ekstruder yang memiliki pemanas di dalamnya, sehingga briket keluar dalam bentuk silinder atau kotak yang sudah padat.

5. Pendinginan dan Pengemasan

Briket yang keluar dari mesin biasanya bersuhu tinggi. Briket harus didiamkan hingga benar-benar dingin dan mengeras sebelum dikemas dalam plastik atau kardus untuk menjaga kelembapannya.

Keuntungan Briket Plastik

  1. Nilai Kalor Tinggi: Mempercepat proses pembakaran di industri atau UMKM.
  2. Solusi Sanitasi: Mengurangi volume sampah di TPA secara signifikan.
  3. Ekonomis: Bahan baku hampir tidak memerlukan biaya (sampah), sehingga biaya produksinya rendah.

Tantangan dan Solusi Emisi

Salah satu kritik utama dari briket plastik adalah emisi gasnya. Jika dibakar secara terbuka, plastik dapat melepaskan zat berbahaya. Oleh karena itu, penggunaan briket plastik sangat disarankan pada:

  • Tungku dengan sistem scrubber: Untuk menyaring asap.
  • Industri besar: Seperti pabrik semen atau kapur yang menggunakan suhu pembakaran sangat tinggi (>1000°C), sehingga rantai karbon plastik pecah dengan sempurna dan meminimalisir polusi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *